Google Akan Hapus Web dan Blog yang Menggunakan Konten Campuran

Apa itu ssl https? Apa kelebihan dan kekuranganya? Dalam artikel ini akan dibahas seputar https dan bahayanya jika tidak segera digunakan. Google, blog, abiebdragx.
Bahaya mencampur konten http dan https pada web dan blog - Pada pertengahan tahun 2016 lalu, berita mengenai pembatasan akses oleh Google terhadap web yang tidak memakai protokol https pertama kali mencuat. Berita ini, benar-benar menjadi kabar serius bagi para pembuat konten atau pengelola situs, tidak terkecuali bagi para blogger.

Kita tahu bahwa Google adalah salah satu raksasa teknologi saat ini, sumber pengunjung organik bagi para pemilik web. Pendeknya, semakin besar keterlihatan suatu web atau blog pada hasil pencarian google maka semakin banyak pengujung yang datang, dan itu artinya keuntungan besar. Nah, bagaimana jika sebaliknya? Bangkrutlah kita.

Pada permulaan tahun 2019, berita mengenai pemblokiran situs oleh Google yang mencampur konten http dan https atau bahkan belum menggunakan https semakin menjadi. Menurut sukindar dalam teknojurnal, google akan memberikan waktu bagi para pengelola web untuk segera memperbarui protokol konten mereka dengan memasangnya pada https.

Pemblokiran bertahap ini dimulai sejak akhir tahun 2019, ketika diluncurkannya Chrome versi 79 dan dituntaskan pada bulan januari 2020 saat dirilisnya Chrome versi 80. 

Mengapa kita harus menggunakan protokol https?

Tentu ini jadi pertanyaan utama. Sebenarnya bagi para pemilik web atau blog memakai saluran http bukan masalah, atau sah sah saja. Web atau blog tetap bisa diakses, hanya saja pada tahun depan, anda harus siap kehilangan pengunjung dengan taksiran jumlah yang cukup banyak.

Solusinya, anda harus memaksimalkan keterlihatan web atau blog anda pada mesin pencari selain google, seperti bing atau yandex dan lain sebagainya.

Jadi, kewajiban situs untuk menggunakan protokol https hanya berlaku jika anda ingin mendapatkan pengujung dari mesin google. Terutama bagi orang-orang yang senang berselancar dengan chrome. Di permulaan 2017, banyak pemilik blog yang kehilangan pengujung dan bahkan mendapati angka bounce rate yang tinggi akibat situs mereka belum dipasang https.

Kenapa ini bisa terjadi? Karena mayoritas pengunjung memakai peramban chrome. Google secara tegas meluncurkan algoritma yang ditanamkan pada chrome untuk mendepak web atau blog yang mencampur konten http dan https. Bahkan ditambah dengan peringatan pada layar pengujung bahwa situs/blog yang anda kunjungi tidak aman.

Beberapa teman saya mengalami nasib yang buruk akibat hal ini, kebanyakan dari mereka mencampur konten http dan https sehingga menyebabkan content mismatch, itu menyulut sistem google untuk mendepak blog mereka dari hasil pencarian, dan akhirnya tidak sedikit kerugian yang mereka derita.

Apa sih Kelebihan Menggunakan Protokol https?

Nah sampai di sini, mungkin anda akan memahami apa alasan Google mewajibkan content creator untuk memasang https. Jadi, https (hypertext transfer protocol secure) adalah protokol versi aman dan terbaru dari http. Pada prakteknya, protokol ini membuat semacam saluran aman yang menjaga data pengguna yang berselencar di dunia maya.

Latar belakang muculnya https sebenarnya akibat dari banyaknya pencurian data pengguna internet yang semakin parah. Teknologi https dapat membendung hal ini dengan cukup baik karena adanya dukungan TLS (transport layer secure) pada saat pengguna mengakses suatu halaman di internet. 

TLS inilah yang menjaga data pribadi pengguna agar tidak mudah dicuri dan digunakan secara tidak bertanggung jawab. Banyak sekali kasus pencurian data melalui internet dengan kerugian yang sangat besar. Google, sebagai salah satu mesin pencari yang saat ini jadi andalan, merespon hal ini dengan mewajibkan kepada setiap pemilik situs untuk memasang protokol https apabila ingin darayapi oleh bot google dan terlihat dihasil pencarian.

Jadi, keuntungan utama menggunakan https adalah terlindungi dari serangan atau pencurian data di internet. Kedua, bagi para pengelola web, anda tidak perlu khawatir pengujung tidak akan berkurang karena google tetap merayapi situs anda.

Saya pernah menulis mengenai pentingnya menjaga privasi di dunia maya. Internet adalah tempat tanpa batas, orang yang tersambung jaringan internet di dalam kamar pribadi dapat terpapar informasi dengan muatan yang jauh lebih banyak ketimbang mereka yang sedang nongkrong di cafe tanpa jaringan. 

Artinya, internet adalah wadah interaksi, dan tidak semua interaksi adalah hal yang baik, seperti misalnya pencurian data.

Bagaimana Caranya Memasang SSL?

Berita baik bagi anda yang menggunakan platform blogger, maklum karena ini dikelola dan dimiliki oleh Google, jadi penggunanya secara gratis dapat dengan mudah mengganti protokolnya dari http ke https secara gratis.

Tapi, bagi anda yang menggunakan hosting pribadi atau selain produk teknologi google, ada banyak di luar sana penyedia jasa https atau ssl dengan sertifikat dan harga yang beragam. Misalnya Digicert, RapidSSL, SSL.com, dan masih banyak lainnya.

Atau jika anda ingin yang gratis juga ada, coba pakai Cloudflare. Teman-teman saya cukup banyak yang menggunakan jasa dari cloudflare untuk mengamankan blog mereka secara gratis. Tapi, karena ini gratis, jadi ada beberapa kekurangannya misalnya blog anda kemungkinan besar tidak bisa di akses di beberapa negara tertentu. 

Nah masalah ini, menurut saya tidak terlalu berpengaruh mengingat niche dan bahasa yang anda gunakan pada konten blog anda. Beda cerita jika anda menggunakan bahasa inggris atau web anda berbasis online shop dan sejenisnya, saran saya gunakan ssl premium.

Contoh situs atau blog yang sudah memakai protokol https bisa anda lihat pada kolom url di browser anda, di sana jika terdapat logo padlock berwarna hijau atau hitam seperti sekarang ketika anda membaca artikel ini, maka halaman yang sedang anda kunjungi aman, tapi apabila green padlock berwarna merah, maka anda perlu berhati-hati, karena konten yang terdapat pada halaman tersebut tercampur antar http dan https. Itu artinya, ada kesempatan bagi para hacker untuk menyelinap di sana, dan korbannya tentu pengunjung halaman tersebut, tidak terkecuali anda.

Penutup

Baiklah sekian artikel dan ulasan mengenai dampak buruk mencampur konten http dan https pada web atau blog. Semoga tulisan ini bermanfaat, silahkan komentar bila ada yang salah atau kurang, mohon bantuannya juga untuk membagikan artikel ini ke media sosial kesayangan anda apabila di rasa bermanfaat. Berlangganan artikel di blog ini lewat email gratis lho! Terimakasih banyak.

Berlangganan artikel terbaru via email, gratis! Jangan lupa konfirmasi di kotak masuk email

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel