Cara Ampuh Menjaga Baterai Android Tetap Awet dan Tahan Lama - abiebdragx | Blog Sederhana

Cara Ampuh Menjaga Baterai Android Tetap Awet dan Tahan Lama

Cara Ampuh Menjaga Baterai Android Tetap Awet.
Baterai adalah salah satu komponen yang paling krusial, apalagi bagi smartphone. Saat ini, banyak sekali alternatif-alternatif yang mencoba untuk menyelesaikan permasalahan baterai pada smartphone. Misalnya, penggunaan Power bank, charger wifi, dan teknologi penunjang lainnya.
Artikel ini mengulas mengenai jenis-jenis baterai smartphone yang saat ini paling banyak digunakan beserta perkembanganya, selain itu ada juga ulasan penting untuk menjaga performa dan kinerja baterai tetap awet. Nickle cadmium (NiCD). Nickel Metal Hydride (NiMH). Lithium Ion (Li-Ion). Lithium Polymer (Li-Po Li-Poly). abiebdragx
Permasalahan ini muncul karena smartphone menempati posisi penting dalam kehidupan manusia saat ini. Di satu sisi, ada batas daya pada smartphone. Sehingga, pengguna harus melakukan isi ulang daya agar smartphone dapat digunakan.

Nahasnya, kondisi kausalitas ini dianggap sebagai masalah, banyak orang menuntut kepada vendor, developer atau pihak pengembang daya smartphone untuk membuat semacam teknologi baru yang dapat menampung daya baterai lebih lama.

Walaupun sudah banyak teknologi yang dapat mengatasi masalah ini, seperti baterai yang dapat menyimpan daya cukup besar dan masih banyak lainnya. Sayang sekali kondisi ini tidak dibarengi dengan perawatan baterai yang benar.

Sehingga banyak muncul kasus baterai rusak karena perawatan dan penggunaan yang salah. Pada artikel ini akan dibahas mengenai perawatan dan penggunaan baterai yang semoga bisa membantu pembaca.

Jenis Baterai Smartphone

Saya kira penting sekali memahami poin ini. Jenis baterai, khususnya yang digunakan pada smartphone saat ini sangat banyak sekali jumlahnya. Ulasan menarik dari Bamzzz pada Bootloop.id barangkali bisa menjelaskan dengan gamblang apa saja jenis dan keunggulan baterai smartphone yang saat ini digunakan.

1. Ni-CD

Kepanjangan dari Nickle Cadmium. Pertama kali dipasarkan pada tahun 1990an atau bisa dibilang baterai ponsel generasi pertama. Ni-CD marak digunakan pada ponsel-ponsel generasi pertama, selain itu beban baterai ini juga sangat berat dibanding generasi berikutnya. Walaupun demikian Ni-CD sangat cepat dalam pengisian daya dan berbanding lurus dengan daya yang bisa disimpan hanya rendah.

Mengutip Batterystuff perawatan NiCD terbilang cukup riskan. Hal ini disebabkan karena Memory Effect pada Ni-CD bersifat permanen, sehingga ketika terjadi kesalahan isi daya maka berakibat cukup fatal pada kapasitas dan performa baterai.

2. Ni-MH

Generasi kedua baterai yaitu Ni-MH atau kependekan dari Nickel Metal Hydride memiliki banyak penyempurnaan dibanding generasi sebelumnya, termasuk daya tahan, berat fisik yang lebih ringan, dan cara perawatan yang jauh lebih mudah. Jenis baterai ini juga sudah dibenamkan teknologi yang lebih canggih untuk mengatasi permasalahan Memory Effect.

3. Li-Ion

Generasi ketiga baterai tidak lagi menggunakan bahan nikel seperti pada generasi sebelumnya. Baterai yang berbahan nikel memiliki kekurangan berupa adanya memory effect, yaitu ketika baterai diisi hanya sampai angka katakan 75% maka memory effect menganggap kapasitas baterai sebesar itu.

Pada teknologi Li-Ion atau Lithium Ion, tidak ada memory effect. Mengutip dari Sains.me jenis baterai Li-Ion saat paling banyak digunakan karena perawatan yang lebih mudah dan secara fisik lebih ringan dibanding baterai generasi sebelumnya.

Selain itu, pada jenis ini juga sudah ditanam teknologi yang lebih canggih. Yaitu dapat di isi daya berkali-kali tanpa harus khawatir baterai rusak. Walaupun demikian umur baterai terbilang pendek yakni hanya 2-3 tahun saja, digunakan atau tidak baterai tersebut.

4. Li-Po

Jenis baterai generasi keempat ini punya keunikan sendiri dibanding jenis sebelumnya. Anda pasti pernah melihat baterai pada sebuah smartphone atau perangkat teknologi yang tidak bisa dilepas, banyak yang menyebutnya dengan baterai tanam.

Lithium Polymare adalah jenis baterai non-removable dan mengusung teknologi yang lebih canggih dibanding generasi sebelumnya, walaupun masih satu keluarga dengan baterai Li-Ion. Produsen-produsen smartphone saat ini lebih banyak mengeluarkan produk perangkat yang menggunakan jenis baterai ini.

Memiliki sel sekunder memungkinkan pengisian daya jauh lebih cepat dan aman. Ini salah satu kelebihan baterai Li-Po. Walaupun demikian, kekurangan yang cukup serius pada jenis bateri ini mengutip Techopedia adalah ketika daya hampir habis, pengguna harus segera mengisi daya untuk mencegah low voltage error.

Ketika baterai Li-Poly kehilangan tegangan atau bisa kita sebut rusak, maka langkah perbaikanya cukup merepotkan karna harus ke service center, kecuali anda faham mekanismenya yang cukup rumit.

Tips Ampuh Merawat Baterai Agar Lebih Awet

Dari pembahasan diatas, saya kira kita bisa sepakat bahwa perawatan jenis baterai Li-Ion dan Li-Po (Li-Poly) yang dapat dibahas dibawah ini. Hal ini mengingat kedua jenis baterai ini yang sekarang paling banyak digunakan. Baik, apa saja langkah yang tepat untuk merawat baterai smartphone agar lebih awet? Simak dibawah ini.

1. Hindari Mode Getar

Tips dari Jalantikus saya kira bisa dipraktekan. Pasalnya, ketika perangkat berada dalam mode getar untuk menerima notifikasi, maka penggunaan daya baterai jauh lebih besar untuk menggerakan vibrator.

Penggunaan ini memaksa baterai bekerja keras sehingga memungkinkan performa dan kualitas baterai menurun. Lebih baik gunakan mode dering dengan volume yang normal atau mode silent ketika anda tidak ingin diganggu.

2. Baterai Jangan Sampai Kosong atau Habis

Sudah saya jelaskan diatas, kekurangan jenis baterai Li-Ion dan Li-Po ketika daya lemah dan dibiarkan dapat memicu low voltage. Jika kondisi ini terjadi pada baterai, maka daya yang masuk tidak berhasil mengangkat tegangan daya didalam baterai.

Sehingga, kemungkinannya baterai harus diperbaiki atau diganti. Saran saya, ketika baterai lemah, matikan perangkat dan hubungankan dengan daya selanjutnya biarkan hingga 100% terisi.

3. Hindari Penggunaan Baterai Hingga Overheat

Penggunaan berlebihan menyebabkan kondisi baterai panas. Hal ini disebabkan karena daya yang masuk dan keluar tanpa ada jeda. Contoh paling nyata adalah penggunaan power bank atau perangkat tidak pernah di matikan.

Ketika penggunaan baterai dipaksa, apalagi hingga panas bisa dipastikan performa dan kapasitas daya baterai akan menurun. Saya tidak melarang anda menggunakan power bank, hanya berikan perangkat dan baterai anda waktu jeda penggunaan. Hal ini bisa dilakukan dengan mematikan perangkat ketika diisi daya.

4. Jangan Gunakan Perangkat Ketika Pengisian Daya

Selain menghindari overheat atau penggunaan berlebihan dan mengecek temperatur perangkat. Perhatikan juga poin ini, saya seringkali melihat orang-orang menggunakan smartphone sambil mengisi daya. Masih ingatkah anda ketika menjelang akhir tahun 2016 terjadi peristiwa perangkat smartphone meledak? Walaupun menurut Tekno Kompas kasus ini sangat jarang terjadi.

Ternyata usut punya usut hal ini terjadi karena adanya reaksi kimia yang terjadi didalam baterai dimana ketika aliran listrik yang melintasi anoda dan katoda tidak lancar disebabkan pengisian daya yang terus menerus. Kalau mau awet hindari pengisian daya dan penggunaan perangkat secara bersamaan.

5. Gunakan Charger Orisinil

Menguti Tenprime bahwa penggunaan charger sangat berpengaruh untuk perawatan bateri, terutama baterai non-removable. Hal ini disebabkan karena arus listrik yang diterima baterai sudah diatur sesuai dengan charger yang diproduksi pabrik. Sedikitnya, saat ini ada dua arus ampere yang digunakan oleh produsen-produsen baterai pada charger yang mereka produksi.

Yaitu arus 1A dan 2A, ketika baterai yang seharusnya menggunakan arus 1A lalu diisi memakai charger arus 2A maka arus voltage yang diterima baterai dipaksa diserap untuk mengisi daya. Dampaknya, tentu pada kinerja baterai yang melemah. Untuk itu gunakan charger original untuk menghindari masalah ini.

Penutup

Berbicara tentang cara menjaga baterai agar awet sebenarnya tergantung pada pola pemakaian. Dan misalnya, ketika anda membeli smartphone baru, sebenarnya ada tata cara yang sudah diatur untuk menjaga performa baterai serta perangkat yang bisa anda baca pada manual book yang terdapat pada kardus smartphone.

Poin pertama yaitu pola pemakaian, saya kira kita bisa menerka batas penggunaan perangkat dan memahami betul ketika perangkat digunakan melebihi batas. Kalau masih belum jelas, bisa anda baca pada buku panduan. Semoga tulisan ini bermanfaat. Terima kasih banyak.
Ed

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Cara Ampuh Menjaga Baterai Android Tetap Awet dan Tahan Lama"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel